Daftar Isi
Struktur bahasa adalah kerangka yang membuat komunikasi menjadi jelas dan teratur. Sementara itu, kaidah bahasa berfungsi sebagai pedoman agar penggunaan bahasa dapat dipahami bersama secara konsisten.
1. Sistem Fonologi (Bunyi Bahasa)
Fonologi membahas sistem bunyi dalam bahasa, seperti vokal, konsonan, tekanan, intonasi, dan jeda. Dalam Bahasa Indonesia, pelafalan relatif konsisten dengan ejaan, sehingga membantu pembelajar memahami hubungan bunyi dan tulisan.
Contoh: perbedaan intonasi pada kalimat berita dan kalimat tanya dapat mengubah fungsi ujaran.
2. Morfologi (Pembentukan Kata)
Morfologi mempelajari cara kata dibentuk dari morfem, termasuk proses afiksasi (awalan, sisipan, akhiran, konfiks), reduplikasi, dan pemajemukan.
- • Awalan: ajar → mengajar
- • Akhiran: lihat → lihatan (konteks tertentu)
- • Reduplikasi: buku-buku
- • Kata majemuk: rumah sakit, kerja sama
3. Sintaksis (Struktur Kalimat)
Sintaksis mengatur susunan kata menjadi frasa, klausa, dan kalimat. Pola umum Bahasa Indonesia adalah S-P-O-K (Subjek-Predikat-Objek-Keterangan), meskipun urutannya bisa berubah sesuai fokus informasi.
Contoh: “Ani membaca buku di perpustakaan.”
Subjek: Ani, Predikat: membaca, Objek: buku, Keterangan: di perpustakaan.
4. Semantik (Makna Kata dan Kalimat)
Semantik berfokus pada makna. Satu kata bisa memiliki makna denotatif (makna literal) maupun konotatif (makna tambahan), tergantung konteks penggunaan.
Pemahaman semantik penting agar pesan tidak ambigu, terutama dalam komunikasi formal, media, dan dokumen kebijakan.
5. Ejaan Bahasa Indonesia (EYD / PUEBI)
Kaidah ejaan mengatur penulisan huruf, kata, tanda baca, penulisan unsur serapan, serta kapitalisasi. Saat ini pedoman yang digunakan merujuk pada PUEBI sebagai pembaruan dari konsep EYD.
- • Konsistensi huruf kapital pada nama diri dan instansi
- • Penggunaan koma, titik, titik dua, dan tanda hubung secara tepat
- • Penulisan kata depan di dan ke sesuai fungsi
6. Ragam Bahasa (Formal & Nonformal)
Bahasa Indonesia memiliki ragam formal dan nonformal. Ragam formal dipakai dalam surat resmi, laporan, karya ilmiah, dan forum akademik. Ragam nonformal lazim dipakai dalam percakapan sehari-hari, media sosial, dan komunikasi santai.
Kecakapan berbahasa yang baik adalah kemampuan memilih ragam bahasa sesuai konteks, tujuan, dan audiens.